orijinale-icon

"Success represents the 1% of your work which results from the 99% that is called failure."

~ Soichiro Honda ~

Cerita kesuksesan Honda bisa menjadi salah satu motivasi untuk bermimpi dan berkarya dalam mewujudkan usaha dengan modal seadanya. Dan mungkin banyak cerita-cerita lain yang serupa tentang membangun usaha tidak hanya dengan dengan modal uang, gelar sarjana yang tinggi, karena tanpa modal pun bisa berhasil. Keberhasilan terbentuk dari berbagai kegagalan dimana proses panjang yang dihadapi. Dalam merintis awal bisnisnya, Honda selalu dihadapkan dengan berbagai kegagalan, kehabisan uang, sampai tidak lulus sarjana karena tidak ada biaya. Namun dengan mimpi, ketekunan, kreatifitas, kerja keras, dan kesabaran bisa memujudkan mimpi-mimpi menjadi kenyataan.
Banyak cara untuk memulai berniaga ditambah dengan pemanfaatan teknologi saat ini yang mempermudah dalam memasarkan produk-produk yang dijual keseluruh daerah dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Pelaku usaha semakin berlomba-lomba untuk menjual produknya secara online karena bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, bahkan bisa dengan modal yang minim. Misalnya menjadi reseller atau dropshipper yang sebagai perantara antara produsen dan konsumen karena tidak perlu repot memikirkan konsep bisnis dan membuat produk beserta biayanya. Tanpa mengeluarkan modal yang besar, dengan keahlian yang dimiliki, mempelajari, menganalisa, dan memahami tingkat kesulitan dan pengeluaran dari setiap peluang-peluang usaha, mencari pemodal jika memang dibutuhkan dan usaha yang akan atau sedang dijalankan memang mempunya prospek yang menjanjikan keuntungan bagi pemodal. Para pemodal juga butuh bisnis baru untuk memperluas bisnis mereka.
Saat memulai, jangan terlalu berfokus dengan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi tapi pikirkan rencana-rencana untuk setiap aktifitas yang akan dikerjakan, termasuk mencarikan solusi yang tepat dari setiap kesulitan. Luruskan niat dengan kesungguhan untuk tujuan baik, bulatkan tekad untuk menjalankannya, cari rekan yang sesuai dengan visi yang akan dicapai dan tanpa ada yang dirugikan, membuat strategi dan perencanaan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Orientasi usaha yang dijalankan tidak hanya sekedar masalah untung rugi, tapi lebih kepada manfaat yang bisa diberikan. Perniagaan yang bersih dari segala macam perbuatan curang, penipuan, riba dan lain sebagainya.
Bagi pelaku usaha yang mempunyai suatu produk dan ingin memasarkan secara online, memang banyak proses yang harus dilalui. Memang tidak mudah tetapi nilai yang dihasilkan dari memasarkan dan menjual secara online biasanya akan lebih besar ketimbang hanya dengan berjualan secara offline. Banyak yang berhasil dan sukses mengembangkan usaha menjadi besar, tetapi tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan dan kerugian. Semua proses panjang tersebut harus dengan niat dan tekad yang kuat untuk pantang menyerah dan terus berusaha belajar dari kegagalan. Beberapa tahapan yang biasanya harus dilalui untuk memulai bisnis online:
1. Jika memang ingin membuat suatu produk yang bisa dijual secara online, tentukan konsep bisnis yang akan dijalankan dimana dari awal sudah dipikirkan hasil akhir yang akan dicapai. Ini sangat diperlukan untuk mempermudah dalam menyusun rencana dan strategi dalam mencapai hasil akhir tersebut. Selain itu juga memberikan semangat dan tekad yang kuat karena sudah jelas apa yang harus kita capai.

2. Lakukan berbagai eksplorasi dan analisa dengan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk sekalipun. Selalu berfikir positif bahwa setiap masalah pasti ada solusinya.

3. Jangan berfokus hanya untuk mendapatkan keuntungan yang besar saja, tetapi apa manfaatnya dari produk yang akan dijual terhadap masyarakat. Karena hal yang bermanfaat terkadang tanpa disadari justru memberikan nilai lebih baik secara spiritual maupun material.

4. Tentukan siapa yang menjadi target pemasaran dan penjualan produk. Fokus pada pemikiran siapa targetnya dibanding dengan apa produknya. Dalam merencanakan target konsumen ada beberapa hal yang perlu di analisa diantaranya minat dan perilaku dari calon konsumen yang menjadi target, termasuk dengan profil demografi dari calon konsumen.

5. Selalu konsisten baik dalam membuat produk, menjualnya, dan melayani calon pembeli maupun pelanggan. Membuat produk bisa melalui proses membuat sendiri atau membeli produk orang lain kemudian dijual kembali.

6. Membuat media online seperti website dan media sosial untuk memasarkan produk agar bisa terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat. Juga termasuk berbagai marketplace dan affiliate program seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak.
Yang terpenting dalam membangun usaha secara online membutuhkan proses untuk mendapatkan hasil. Baik dan tidak baik tergantung kepada kita dalam melalui proses tersebut. Jangan pernah menyerah hanya karena gagal, terus bermimpi, berusaha, berdoa, dan fokus serta ikhlas dalam menjalankannya dengan tujuan agar bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Jangan lupa untuk selalu berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan melalui infaq dan sedekah.

Artikel Terkait: