orijinale-icon

ENTREPRENEUR

~ Bisnis Syariah ~
Potensi ekonomi syariah sangatlah besar dimana sudah banyak pelaku usaha yang menerapkan bisnis syariah dan bisa berkembang dengan pesat. Bisnis syariah bisa berjalan baik jika dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Bukan hanya kegiatan jual beli yang targetnya hanya mendapatkan keuntungan semata, tapi lebih kepada manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Menjalankan konsep bisnis syariah dimana segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli harus berlandaskan hukum syariah atau sistem Islam. Beberapa prinsip bisnis syariah yang bisa diterapkan dalam melakukan transaksi bisnis.
1. Jual Beli (Ba'i)
Adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda dimana pembagian keuntungannya ditentukan di awal dan menjadi bagian dari harga atas barang yang dijual. Berdasarkan bentuk pembayaran dan waktu penyerahan barang dibedakan menjadi:
- Murabahah, akad dalam jual beli atas barang tertentu di mana penjual menyebutkan dengan jelas barang yang diperjualbelikan, termasuk harga pembelian barang kepada pembeli. Kemudian mensyaratkan laba atau keuntungan dalam jumlah tertentu. Penjual harus memberitahu harga produk yang dibeli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.

- Salam, pembayaran tunai di awal transaksi dengan penyerahan barangnya baru bisa dilakukan di kemudian hari dengan syarat barang hasil produksi harus diketahui spesifikasinya secara jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya. Apabila hasil produksi yang diterima cacat dan tidak sesuai dengan akad maka penjual harus bertanggung jawab dengan cara mengembalikan dana yang telah diterimanya atau mengganti barang yang sesuai dengan pesanan.

- Istishna, akad jual beli antara pemesan/penjual barang sebagai pihak pertama dengan produsen/pembuat barang sesuai yang diinginkan oleh pihak pertama dan harga yang telah disepakati keduanya. Pihak pertama (pemesan) tidak boleh menjual barang ke pihak lain sebelum menerima barang dari produsen.
2. Sewa (Ijarah)
Persyaratan untuk transaksi sewa-menyewa yaitu pelaku usaha sudah baligh dan berakal dan adanya kejelasan jasa atau manfaat yang diberikan.
- Objek transaksi berupa penyewaan rumah, kos-kosan, rental kendaraan.
- Objek transaksi berupa pekerjaan tertentu seperti memperkerjakan orang untuk membangun rumah, asisten rumah tangga, dan lain-lain.
3. Bagi Hasil (Syirkah)
Merupakan akad kerja sama antara dua pihak atau lebih dalam suatu usaha. Di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi modal dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko yang akan diperoleh ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
Dalam pengembangan sistem perbankan juga dilakukan kerangka dual-banking system dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia yaitu konvensional dan syariah. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional. Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinimati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Prinsip ekonomi syariah menekankan pada sumber daya yang ada di dunia merupakan pemberian dari Allah SWT, tidak ada kepemilikan mutlak. Menggerakan ekonomi secara bersama-sama sehingga tercipta pemerataan dan memberikan manfaat buat orang banyak serta menjauhi transaksi yang mengarah pada riba dalam bentuk apapun. Orijinale berusaha menjalankan usaha dengan penerapan sistem syariah, insya Allah. Dimana produk-produk yang dihasilkan dari peternakan di buat dengan perhitungan detail untuk mengetahui biaya produksi dan berapa harga yang sesuai untuk dijual ke masyarakat. Baik itu produk makanan mentah maupun masakan-masakan serta produk-produk yang transaksinya dengan bagi hasil. Orijinale akan terus berusaha memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak yang terkait dengan usahanya agar tidak ada yang dirugikan. Aturan-aturan yang ditetapkan dalam berbisnis syariah bertujuan agar terhindar dari adanya kerugian salah satu pihak yang melakukan transaksi, kerja sama, atau perjanjian dalam bisnis, bisa berlaku adil dalam bisnis, dan membagi hasil keuntungan untuk orang yang membutuhkannya melalui zakat, infaq, dan sedekah.

Artikel Terkait: