orijinale-icon

DIGITAL & TECHNOLOGY

~ Kerja Tanpa Batasan ~
Produktifitas dan efektifitas sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam dunia kerja perlu diciptakan suasana kerja yang efektif tanpa mengurangi produktifitas karyawan. Masing-masing karyawan mempunyai gaya yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan cara kerjanya, tetapi tetap harus mengikuti aturan standar operasional dan prosedur. Banyak juga pemimpin sebuah tim tidak memahami gaya dan sifat yang berbeda-beda dari anggotanya. Sehingga yang terlihat hanyalah seorang pemimpin yang cemerlang dengan anggota tim sebagai robot penggerak menunggu perintah saja. Bekerja dengan aturan-aturan kaku tanpa ada inisiatif maupun improvisasi. Hanya sekedar datang sesuai waktu yang ditentukan, bekerja sesuai arahan, dan pulang setelah waktunya atau malah tambah jam lembur jika pekerjaan dianggap belum selesai. Cara-cara kerja monoton seperti itu mungkin bisa menjadi solusi yang tepat untuk beberapa pekerjaan yang memang membutuhkan aturan-aturan ketat dan dituntut untuk harus menjalankan disiplin yang tinggi. Tetapi perlu disadari bahwa ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa menerapkan aturan fleksibel dalam aktifitas pekerjanya agar tercipta produktifitas dan efektifitas yang bisa lebih baik. Perlu analisa beberapa hal seperti berapa lama bagi seorang pekerja membutuhkan waktu yang efektif dalam bekerja mulai berangkat dari rumah menuju kantor, waktu dan gangguan yang terjadi selama perjalanan menuju kantor, setelah sampai di kantor apakah memang full bekerja sesuai kebutuhan perusahaan. Karena hal ini sedikit banyak pasti mempengaruhi terhadap produktifitas dan efektifitas yang betul-betul dibutuhkan oleh perusahaan.
Pada zaman dimana teknologi sudah berkembang pesat dan banyak hal yang bisa dimudahkan oleh teknologi yang serba online seharusnya bisa menjadi solusi bagi suatu perusahaan menciptkan suasana kerja yang fleksibel, bisa bekerja dari manapun dan kapanpun selama ada akses internet. Dan akses internet juga bukan hal yang susah didapatkan pada saat ini. Bisa dilihat dari beberapa perusahaan yang maju dan berkembang pesat karena memanfaatkan teknologi untuk menjalankan aktifitas bisnis nya secara online. Perusahaan-perusahan tersebut kebanyakan menerapkan aturan dan waktu kerja yang fleksibel. Karena memang sesuai dengan kondisi saat ini dan lebih mudah bagi perusahaan untuk cepat beradaptasi dengan perubahan bisnis yang mengikuti kemajuan teknologi yang berkembang sangat cepat. Tapi tidak melupakan hal-hal yang memang harus dilakukan secara offline. Banyak manfaat yang bisa didapatkan perusahaan beserta karyawannya jika menerapkan aturan fleksibel selama karyawan memegang komitmen dan tidak memanfaatkan aturan yang fleksibel tersebut untuk kepentingan sendiri,
1. Perusahaan bisa memangkas anggaran untuk fasilitas-fasilitas yang seharusnya sudah tidak dibutuhkan jika menjalankan aturan jam kerja yang fleksibel. Karena karyawan tidak harus selalu datang ke kantor yang terikat dengan aturan jam kerja yang ketat.

2. Mengurangi tingkat stres yang tinggi pada karyawan karena lelah dengan kemacetan selama perjalanan baik saat ke kantor maupun saat pulang. Dengan waktu kerja yang fleksibel karyawan bisa melihat kondisi kapan waktu yang tepat untuk datang ke kantor jika memang dibutuhkan, mempunyai waktu lebih banyak bersama keluarga, atau bisa melakukan hal-hal lain yang positif dan bermanfaat tanpa melanggar komitmen dan tanggung jawab terhadap perusahaan.

3. Mempunyai waktu yang cukup untuk berisitirahat karena waktunya tidak habis di jalan. Istirahat yang cukup, jelas bisa meningkatkan produktifitas karena badan dan pikiran tidak lelah.
Dalam penerapannya memang tidak mudah karena belum tentu semua karyawan bisa memegang komitmen yang sudah ditetapkan. Tetapi selama komunikasi bisa terus berjalan dengan sangat baik, seharusnya bukan juga menjadi hambatan juga untuk menerapkannya. Hanya masing-masing perusahaan yang bisa memahami kebutuhan karyawannya seperti apa agar bisnis yang dijalankan bisa berkembang dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Sudah banyak TI yang mendukung karyawan untuk bisa bekerja kapan saja dan dimana saja dengan tempat yang berbeda, yang dimudahkan dengan adanya Instant Messenger, video conference, video webinar, collaboration, virtual desktop, Remote Work dan Remote Support, dan masih banyak lagi. Hanya dibutuhkan keseriusan suatu perusahaan dalam melakukan implementasi sehingga fokus terhadap infrastruktur yang perlu di rancang, menjaga keamanan data perusahanaan, dan sosialisasi serta edukasi terhadap karyawan yang buta terhadap teknologi baru. Tanpa keseriusan hanya akan menjadi fasilitas pelengkap saja yang mungkin jarang atau bahkan tidak dimanfaatkan sama sekali fungsi dan manfaatnya.
- Cloud Computing -
Merupakan sumber daya sistem komputer sebagai pusat data yang tersedia bagi banyak pengguna melalui Internet, tersedia dengan pilihan Private Cloud dan Public Cloud. Penyedia jasa public cloud memberikan keunggulan-keunggulan produknya kepada perusahaan yang menggunakan jasa layanan mereka seperti memangkas biaya infrastruktur TI perusahaan terutama dalam hal biaya pemeliharaan, sistem bekerja lebih stabil dan lebih cepat karena dikelola dengan sangat baik, perusahaan bisa fokus pada bisnis inti mereka. Ketika mengembangkan dan menggunakan aplikasi, Menyimpan data, streaming video, atau bahkan hosting situs web, semuanya memerlukan pengelolaan perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan adanya Cloud Computing memudahkan dalam mengirimkan aplikasi dan data dengan proses cepat dan stabil dan bisa dimana saja digunakan oleh pengguna.
Menyewa sumber daya seperti ruang penyimpanan atau siklus CPU pada perusahaan penyedia layanan cloud dengan hanya membayar untuk apa yang digunakan. Penyedia layanan yang bertanggung jawab atas perangkat keras fisik dengan menjaganya agar tetap terbaru. Layanan komputasi yang ditawarkan cenderung bervariasi berdasarkan penyedia cloud. Beberapa layanan yang disediakan seperti Compute Power, Storage, Networking, dan Analytics. Setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan persyaratan yang berbeda-beda, sehingga dengan adanya Cloud Computing lebih fleksibel dan hemat biaya, dapat bermanfaat bagi perusahaan kecil atau perusahaan besar. Penyedia jasa cloud computing menerapkan model penawaran "pay-as-you-go" atau "consumption-based". Model penawaran tersebut sangat bermanfaat dalam menekan anggaran untuk Infrastruktur TI dimana tidak diperlukan lagi pembelian perangkat-perangkat mahal yang mungkin tidak sepenuhnya digunakan secara maksimal. Termasuk jika ada kebutuhan untuk menambah atau mengurangi resources ke depannya maka dengan mudah bisa di hentikan layanannya. Penyedia layanan juga menawarkan backup data, disaster recovery, dan data replication services data untuk memastikan data Anda selalu aman. Selain itu, redundansi juga dibangun dalam arsitektur layanan cloud sehingga jika satu komponen gagal, komponen cadangan akan menggantikannya. Fault tolerance memastikan pelanggan tidak terpengaruh ketika terjadi bencana. Cloud computing membuat perusahaan bisa menjalankan bisnis dengan lebih mudah, hemat biaya, skalabel, elastis, terkini, andal, dan aman. Banyak waktu produktif yang bisa dikerjakan untuk hal-hal lain yang lebih penting dan bermanfaat.
cloud-computing
1. Public Cloud, merupakan model deployment yang perangkat kerasnya sepenuhnya ada di penyedia layanan termasuk tanggung jawab pemelihaan dan pemutakhiran perangkat. Tidak semua kebutuhan perusahaan cocok dengan layanan ini seperti persyaratan keamanan data, kebijakan pemerintah, persyaratan hukum, dan lain-lain.

2. Private Cloud, membangun cloud environment pada data center sendiri termasuk pembelian dan pemeliharaan perangkat. Model ini memiliki kontrol sendiri atas keamanan, kepatuhan, atau persyaratan hukum yang ketat. Ini menjadi bermanfaat ketika perusahaan memiliki data yang tidak dapat disimpan ke cloud publik.

3 Hybrid Cloud, kombinasi antara Public dan Private Cloud. Solusi untuk memisahkan data/aplikasi yang bisa di akses pada public cloud atau data/aplikasi yang sifat nya rahasia yang harus di simpan dalam private cloud. Mungkin akan lebih mahal anggarannya dan lebih rumit pengelolaannya.

Artikel Terkait: