orijinale-icon

Pembesaran lele dimulai dengan perencanaan jenis kolam yang akan digunakan sebagai media pembesarannya. Banyak jenis-jenis kolam yang sesuai dengan pembesaran lele ini dimana masing-masing kolam punya kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui jenis-jenis kolam ini, bisa membaca artikel tentang Cerita Jenis Kolam. Selain kolam beserta saluran airnya, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembesaran lele adalah pemilihan bibit/benih lele. Lebih detail tentang benih lele bisa dibaca pada artikel Cerita Benih Lele.

Setelah media pembesaran yaitu kolam dan saluran serta sirkulasi air sudah tersedia, pertama-tama dengan mediasi air kolam. Cek kadar air kolam agar mencapai PH standar sekitar 6 - 8, tidak terlalu asam atau tidak terlalu basa. Tunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam sampai terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh. Bibit lele yang akan ditebar juga didiamkan terlebih dahulu dalam ember yang berisi air kolam, hal ini untuk menjaga bibit ikan tidak stres dengan perubahan air. Pemindahan bibit dari ember ke kolam lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari dan setelah dipindahkan ke kolam, di diamkan terlebih dahulu untuk bibit bisa beradaptasi dengan tempat baru. Jika sudah mulai terlihat banyak bibit yang berenang di atas bukan di dasar kolam, baru mulai dengan memberikan pakan.

Pakan yang diberikan bisa bermacam-macam seperti pellet, keong mas, plankton, cacing, dan banyak alternatif pakan lainnya. Pilihlah salah satu pakan yang cocok dengan kebutuhan nutrisi untuk pembesaran lele seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pemberian pakan harus disiplin sekitar 3 sampai 4 kali sehari, karena sifat lele yang kanibal menyebakan angka kematian yang tinggi jika pemberian makan yang kurang atau berlebihan. Jika masih terlihat banyak ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, bisa diberikan makan tambahan. Biasanya akan ada sisa-sisa makanan yang menyebabkan endapan berupa lumpur di dasar kolam. untuk mengurangi endapan dan bau tersebut bisa melakukan pergantian air sesuai dengan kondisinya. Karena bisa menyebabkan penyakit pada ikan. Tidak harus menguras seluruh air kolam, cukup sampai air sudah tidak berbau lagi.

Biasakan melakukan sortir setiap 1 atau 2 minggu karena pembesaran lele apalagi dengan tebar padat bibit menyebabkan tidak merata pertumbuhannya. Penyortiran ini juga bermanfaat untuk mengurangi kematian, karena dipisahkan antara ikan yang sudah besar dengan yang kecil. Ikan lele bisa di panen biasanya sekitar 2 atau 3 bulan, disesuaikan saja dengan kondisi tubuh ikan karena tidak semua bibit yang ditebar bisa di panen bersamaan. Hasil panen bisa dijual berupa ikan hidup, frozen food, Fillet, atau malah menjadi makanan siap saji.

pembesaran-lele
pembesaran-lele
pembesaran-lele

Artikel Terkait: