ORIJINAL ONLINE

Dalam pembesaran ikan lele sangat penting untuk membuat rancangan awal akan menggunakan jenis kolam seperti apa, karena sangat mempengaruhi dalam prosesnya nanti. Banyak pilihan jenis-jenis kolam yang bisa digunakan sebagai media pembesaran ikan. Selain kolam beserta sirkulasi airnya, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembesaran ikan adalah pemilihan bibit/benih lele dan pakan.

pembesaran-lele
pembesaran-lele
pembesaran-lele

Peternakan Orijinale mengawali dengan melakukan riset dan analisa untuk proses pembesaran ikan lele agar dalam membangun usaha budi daya lele agar bisa lebih efektif dan berkembang serta bermanfaat bagi masyarakat. Saat ini semua kolam difungsikan untuk media pembesaran. Dalam proses pembesaran, pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah proses inisiasi air kolam sebelum bibit atau benih ditebar. Isi kolam dengan air bersih setinggi 40 - 60 cm lalu dibiarkan sekitar 3 - 7 hari tergantung dari kadar air bersih yang tersedia apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengecekan kadar air kolam harus dilakukan untuk memastikan PH air sudah standar yaitu berkisar antara 6 - 8, tidak terlalu asam atau tidak terlalu basa. Tunggu beberapa hari sambil mencampur air kolam dengan cairan probiotik secukupnya. Jika air sudah terlihat berwarna hijau muda atau hijau bening berarti telah terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton. Plankton ini berfotosintesis saat siang hari dengan bantuan cahaya matahari hingga kadar oksigen meningkat. Hal ini menjadi baik karena menambah nafsu makan ikan. Namun saat malam hari, plankton menghasilkan C02 (karbon dioksida) sehingga kadar oksigen menurun.

Setelah proses inisiasi air kolam lalu dilanjutkan dengan menebar bibit lele yang sudah didiamkan terlebih dahulu dalam ember yang berisi air kolam. Hal ini untuk menjaga bibit ikan tidak stres dengan perubahan air. Pemindahan bibit dari ember ke kolam lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari. Setelah dipindahkan ke kolam, bibit lele diamkan terlebih dahulu agar bisa beradaptasi dengan tempat baru. Jika sudah mulai terlihat banyak bibit yang berenang di atas bukan di dasar kolam, baru mulai dengan memberikan pakan. Pakan yang diberikan bisa bermacam-macam seperti pelet, keong mas, plankton, cacing, dan banyak alternatif pakan lainnya. Pilihlah salah satu pakan yang cocok dengan kebutuhan nutrisi untuk pembesaran lele seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pemberian pakan harus disiplin minimal 2 kali sehari. Jika masih terlihat banyak ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya keatas permukaan air, bisa diberikan makan tambahan.

Biasanya akan ada sisa-sisa makanan yang menyebabkan endapan berupa lumpur di dasar kolam. Untuk mengurangi endapan yang menyebabkan bau pada kolam, bisa melakukan pergantian air sesuai dengan kondisinya. Tidak harus mengganti semua air kolam, cukup setengah atau sampai air sudah tidak bau dan mengental lagi. Kotoran sisa makanan tersebut bisa menyebabkan penyakit pada ikan. Saat membersihkan air kolam bisa juga sekaligus melakukan sortir ikan-ikan yang sudah terlihat besar dan berbeda ukurannya dari ikan-ikan lain.

Pembesaran lele dengan tebar padat menyebabkan pertumbuhan ikan-ikan menjadi tidak sama. Karena pada saat pemberian pakan biasanya ikan-ikan berebut. Itulah makanya dibutuhkan rutinitas melakukan sortir untuk mengurangi kematian. Ikan lele yang sehat mengalami pertumbuhan yang cepat dan terlihat setiap minggunya terjadi perubahan pada tubuh ikan. Ada yang bisa di panen setelah 40 hari, tetapi ada juga yang terlambat tumbuh hingga sampai 90 hari baru bisa di panen, karena tidak semua bibit yang ditebar bersamaan bisa di panen bersamaan juga. Ikan lele termasuk ikan yang tidak sulit untuk pemeliharaan. Ukuran ikan yang bisa dipanen lebih baik jangan terlalu besar karena biasanya daging ikan sudah lebih keras. Hasil dari panen ikan ini bisa dijual berupa ikan hidup, frozen food, fille, atau bisa juga dengan olahan makanan siap saji.

Follow Us On:

youtube-channel instagram-orijinale facebook-orijinale linkedin-page