orijinale-icon

PETERNAKAN ORIJINALE

~ Pembesaran Lele ~

Dalam proses pembesaran ikan sangat penting untuk membuat rancangan awal akan menggunakan jenis kolam seperti apa karena sangat mempengaruhi dalam prosesnya. Banyak pilihan jenis-jenis kolam yang bisa digunakan sebagai media pembesaran ikan dimana masing-masing kolam punya kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui jenis-jenis kolam ini, bisa membaca tulisan tentang Cerita Jenis Kolam. Selain kolam beserta sirkulasi airnya, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembesaran ikan adalah pemilihan bibit/benih lele dan pakan. Lebih detail tentang pemijahan ikan lele bisa membaca tulisan tentang Cerita Pembenihan Ikan Lele.
pembesaran-lele
pembesaran-lele
pembesaran-lele
Peternakan Orijinale mempelajari dan menganalisa proses pembesaran ikan lele agar dalam membangun usaha budi daya ikan lele bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. Dari beberapa kolam yang dibuat, kebanyakan berfungsi sebagai media pembesaran. Dalam proses pembesaran, pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah proses inisiasi air kolam sebelum bibit atau benih ditebar. Isi kolam dengan air setinggi 40 - 60 cm dan dibiarkan sekitar 3 - 7 hari tergantung dari kadar air bersih yang tersedia apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengecekan kadar air kolam harus dilakukan untuk memastikan PH air sudah standar yaitu berkisar antara 6 - 8, tidak terlalu asam atau tidak terlalu basa. Tunggu beberapa hari sambil mencampur air kolam dengan cairan probiotik secukupnya. Jika air sudah terlihat berwarna hijau muda atau hijau bening berarti telah terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton. Plankton ini berfotosintesis saat siang hari dengan bantuan cahaya matahari hingga kadar oksigen meningkat. Hal ini menjadi baik karena menambah nafsu makan ikan. Namun saat malam hari, plankton menghasilkan C02 (karbon dioksida) sehingga kadar oksigen menurun.
Setelah proses inisiasi air kolam lalu dilanjutkan dengan menebar bibit lele yang sudah didiamkan terlebih dahulu dalam ember yang berisi air kolam. Hal ini untuk menjaga bibit ikan tidak stres dengan perubahan air. Pemindahan bibit dari ember ke kolam lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari dan setelah dipindahkan ke kolam, di diamkan terlebih dahulu agar bibit lele bisa beradaptasi dengan tempat baru. Jika sudah mulai terlihat banyak bibit yang berenang di atas bukan di dasar kolam, baru mulai dengan memberikan pakan. Pakan yang diberikan bisa bermacam-macam seperti pelet, keong mas, plankton, cacing, dan banyak alternatif pakan lainnya. Pilihlah salah satu pakan yang cocok dengan kebutuhan nutrisi untuk pembesaran lele seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pemberian pakan harus disiplin sekitar 3 sampai 4 kali sehari, karena sifat lele yang kanibal menyebabkan angka kematian yang tinggi jika pemberian makan yang kurang atau berlebihan. Jika masih terlihat banyak ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya keatas permukaan air, bisa diberikan makan tambahan.
Biasanya akan ada sisa-sisa makanan yang menyebabkan endapan berupa lumpur di dasar kolam. Untuk mengurangi endapan yang menyebabkan bau pada kolam, bisa melakukan pergantian air sesuai dengan kondisinya. Tidak harus mengganti semua air kolam, cukup dengan setengah atau sampai air sudah tidak bau dan mengental lagi. Kotoran sisa makanan tersebut bisa menyebabkan penyakit pada ikan. Saat membersihkan air kolam sekaligus melakukan sortir untuk ikan-ikan yang sudah terlihat besar dan berbeda ukurannya dari ikan-ikan lain, pindahkan ikan-ikan yang sudah lebih besar ke kolam lain untuk ukuran yang hampir sama.
Pembesaran lele dengan tebar padat bibit menyebabkan pertumbuhan ikan-ikan menjadi tidak sama. Karena pada saat pemberian pakan biasanya ikan-ikan berebut. Itulah makanya dibutuhkan rutinitas melakukan sortir untuk mengurangi kematian. Ikan lele yang sehat mengalami pertumbuhan yang cepat dan terlihat setiap minggunya terjadi perubahan pada tubuh ikan. Ada yang bisa di panen setelah 40 hari, tetapi ada juga yang terlambat tumbuh hingga sampai 90 hari baru bisa di panen, karena tidak semua bibit yang ditebar bersamaan bisa di panen bersamaan juga. Ikan lele termasuk ikan yang tidak sulit untuk pemeliharaan. Ukuran ikan yang bisa dipanen lebih baik jangan terlalu besar karena biasanya daging ikan sudah lebih keras. Hasil dari panen ikan ini bisa dijual berupa ikan hidup, frozen food, fillet, atau bisa juga dengan olahan makanan siap saji.

Artikel Terkait: